Katakanlah dengan Cinta
November 2, 2007 by blogdino
Belakangan
ini aku banyak merenung *halah merenung* tentang perjalanan hidupku
dengan si Bebby. Tentang bagaimana hidupku berubah sejak aku mengenal
dia. Berubah menjadi lebih baik tentunya. Selama empat tahun lebih
menjalani hidup bersama dengannya banyak sekali yang aku pelajari
tentang hidup terutama tentang hidup berpasangan. Suatu kehidupan yang
jauh berbeda jika dibandingkan dengan hidup sendiri of course.
At our 5th year in marriage, kadang-kadang ketika berbelanja ke
pusat perbelanjaan, si penjaga toko kadang bertanya sama si Bebby,
“Pacarnya yah mbak?”.
“Oh bukan kok, suami”.
“Ooo.. udah nikah ya? kirain masih pacaran.”
Si Bebby tersenyum sambil menjawab “Gak kok mbak, udah punya anak 3 tahun kok.”
“Masa sih? soalnya mesra banget. kirain masih pacaran”.
Dalam
perenunganku aku lalu berpikir, Is it really like that? Apa kami memang
seperti itu? Aku sih gak pernah mikirin apakah kami berdua seperti
masih pacaran ataukah seperti seorang suami-istri. That doesn’t matter
to us apapun orang berpikiran tentang kami. Yang aku care about is
bagaimana keeping the Love-Meter always on the high side.
Harus
kuakui hidup berumah tangga tidaklah mudah. Begitu banyak parameter
yang berpengaruh terhadap jalannya biduk *halah*. Terus terang, aku gak
gitu keep track atau mengingat2 sudah berapa lama kami menjalani hidup
bersama. Kalo ditanya, kapan merid, aku pasti bakal mikir dulu, tahun
berapa ya? dah berapa tahun ya? Ada sih yang bilang bahwa pada sekian
bulan pertama bakal seperti ini ini ini, sekian tahun pertama bakal
kayak gini gitu dll. Tapi untunglah aku gak gitu perduli dengan hal hal
seperti itu.
Lalu seseorang bertanya padaku tentang tips agar bisa terus menjaga
Love-Meter agak tetap tinggi. Well, to be honest I am not the right
person to ask tentang hal ini. Aku gak yakin formula yang aku pakai
bisa diterapkan ke orang lain. Karena masing-masing orang kan
beda-beda. Tapi karena dia bersikeras, akhirnya aku give him what he
wants lah. Bukan ngasih tips sih tapi lebih ke cerita sih sebenernya.
Ada beberapa kebiasaan sih yang aku dan si Bebby selalu lakuin. Salah satunya adalah “Saying I Love You“. Well, mungkin buat sebagian orang hal ini dianggap sepele. Beberapa alasan yang dikemukakan temenku itu adalah
‘Apa sih pentingnya bilangin “I Love U” ke pasangan?’ atau
‘Ah, Itu kan cuma sekedar ungkapan doang, yang lebih penting adalah perlakuan’ or
‘Nanti kalo keseringan diucapin nantinya bakal bosan’
dll (insert more reason here…)
Tapi
entah berapa kali aku dan si Bebby saling bertukar kata “I love yuw”
dalam sehari, dan dibalas dengan “I love yuw more”. Kadang kadang
dibalas lagi dengan “I love yuw much more”. trus dibalas lagi dengan “I
love yuw much much more” dst tergantung mood
Tentang dua hal pertama, mungkin aku bisa ngasih sedikit komentar.
First of all, it is true that itu adalah hal yang diucapkan tapi bukan
berarti itu gak berpengaruh. Tentang ini ada sebuah cerita menarik.
Pada sebuah pesta seorang professor bertanya pada seorang ahli
agama. Apa sih gunanya orang menyebut2 nama Tuhan dalam berdoa?
Bukannya menjawab, si ahli agama malah mengata-ngatain si professor ini
mengatakan bahwa dia bodoh sekali dan lain-lain ucapan yang merendahkan
si professor. Si professor jadi merah padam mukanya mendengar ucapan si
ahli agama. Dia sangat tidak menyangka sama sekali mendapat respons
yang sedemikian rupa. Tapi sebelum si professor ini sempat
berkata-kata, si ahli agama tadi la
lu melanjutkan. “Maafkan ucapan saya yang barusan. Hal itu aku
katakan untuk mendemonstrasikan pengaruh ucapan terhadap kinerja tubuh.
Ketika saya mengucapkan kata-kata tadi, tentu professor bisa merasakan
kalau denyutan jantung menjadi lebih cepat, muka anda jadi merah padam
dan organ-organ tubuh lainnya juga ikut bereaksi mendengar kata yang
saya ucapkan. Kalau kata yang jelek seperti yang saya ucapkan tadi
mampu merubah kinerja tubuh bagaimana dengan kata-kata yang baik
seperti nama Tuhan.”
Dan aku pribadi sih yakin kalau kata-kata bernuansa Cinta akan membawa pengaruh yang lebih baik ketimbang kata-kata biasa.
Lalu bosen gak sih kalo diucapin/didenger terus menerus?
Emangnya lagu dangdut yang bisa bosen kalo di denger terus? *lah kenapa mesti dangdut ya??*
Bosen atau enggaknya tergantung bagaimana anda menyikapinya. Sesuatu
yang datang dari bibir hanya akan sampai ke telinga. Dan sesuatu yang
datang dari hati akan sampai juga ke hati. You just have to say it
sepenuh hati.
In the end, Apapun yang ingin engkau sampaikan ke kekasih, Katakanlah dengan Cinta.
Tul Din, tul banget… walaupun aku pribadi ‘gak pernah’ terima kata2 cinta dri ‘mantan’ pacarku yg udah bobo bareng 23th ini… *maklum… doi orgnya ‘getekan n intro banged’… lebih banyak ‘berbuat’ dripd ‘bicara’, hehehe*
Tapi tetep aja rasanya ‘nothing’s wrong with that’ slama kita bisa terima pasangan kita ‘apa adanya’ dg tulus n ikhlas sambil terus ‘berproses’ menuju ‘kebaikan’ bersama.
Smoga kalian tetap ‘mesra’ sampai akhir hayat n… btw, kapan nih adiknya Nazim ‘datang’ ?… Kesian lho dia klamaan sendirian, hehehehe…. All the best n MGBU…. MamanyAsih
^_^
Dino, gambatte..
GBU