Inilah kenapa aku memecat sekertarisku
February 1, 2008 by blogdino
Dapet dari email but i thought i’d share it here.
——————————————————-
Tidak semua sekretaris mempunyai pikiran sama dengan
bossnya…..
bossnya…..
Dua minggu yang lalu merupakan ulang tahunku yang ke-35 dan mood ku
tidak terlalu baik pada pagi itu.
Aku turun untuk sarapan dengan harapan istriku akan mengucapkan
dengan penuh sukacita "Selamat Ulang Tahun suamiku tersayang" dan mungkin saja dengan sebuah kado ulang tahun untukku.
Waktu berlalu dan bahkan dia tidak mengucapkan selamat pagi.
Aku berpikir, ya, itulah istri, tapi mungkin anak-anakku akan mengingat kalau hari ini aku berulang tahun.
Anak-anak datang ke meja makan untuk sarapan namun mereka juga tidak mengatakan satu patah katapun.
Akhirnya aku berangkat ke kantor dengan perasaan penuh kecewa dan sedih.
Ketika aku masuk ke ruangan, sekertarisku, Janet, menyapaku "Selamat pagi Boss, Selamat Ulang Tahun".
Dan akhirnya aku merasa sedikit terobati mengetahui ada seseorang
yang mengingat hari ulang tahunku.
yang mengingat hari ulang tahunku.
Aku bekerja sampai tengah hari dan kemudian Janet mengetuk pintu
ruanganku dan berkata "Apakah Anda tidak menyadari bahwa hari ini begitu
cerah diluar dan hari ini adalah hari ulang tahun Anda, mari kita pergi
makan siang, hanya kita berdua".
ruanganku dan berkata "Apakah Anda tidak menyadari bahwa hari ini begitu
cerah diluar dan hari ini adalah hari ulang tahun Anda, mari kita pergi
makan siang, hanya kita berdua".
Aku berkata "Wow, itu adalah perkataan yang luar biasa yang saya dengar hari ini, mari kita pergi".
Kami berdua pergi makan siang.
Kami tidak pergi ke tempat dimana kami biasanya makan siang, tetapi kami pergi ke tempat yang sepi.
Kami memesan 2 botol martini dan sangat menikmati makan siang kami.
Dalam perjalanan pulang ke kantor, dia berkata, "Anda tahu ini adalah hari yang begitu indah, Kita tidak perlu kembali ke kantor kan?"
Tidak perlu, saya pikir tidak perlu, jawabku.
Lalu dia mengajak saya untuk mampir ke apartemennya.
Setelah tiba di apartemennya, dia berkata, "Boss, jika Anda tidak
keberatan, saya akan pergi ke ruang tidur dan melepaskan sesuatu agar
lebih nyaman".
keberatan, saya akan pergi ke ruang tidur dan melepaskan sesuatu agar
lebih nyaman".
Tentu saja sahutku dengan gembira.
Dia pergi kekamar tidur dan kira-kira enam menit kemudian dia keluar membawa kue ulang tahun yang besar diiringi oleh istri, anak-anakku dan sejumlah rekan kerja kami sambil menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.
Aku hanya duduk terpaku disana.
Di sebuah sofa panjang,…. ….
telanjang tanpa sehelai benang
Hi Dino…
Btw, aku cuma mau tanya, apa semuanya ini benar2 terjadi sama kamu?
Gw turut prihatin ajah…
Sorry gw ngga kebaca, kalo story kamu ini adalah sebuah email yang datang sama kamu.
Udah ku duga, kamu bukan org yang seperti itu
Cerita ini hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan dalam tempat maupun pelaku itu hanyalah kebetulan belaka. ^^
Gak kok. ini bukan kisah pribadi dapet dari email doang.
Cukup lucu aja makanya pengen sharing disini.
It is interesting to see bagaimana cara kerja pikiran manusia ..