Feed on
Posts
comments

Hari ini seperti
biasa dimulai dengan bangun pagi menjelang siang. Trus minum teh manis
sambil makan roti dan duduk di serambi rumah sambil membaca koran hari
ini *duh sinetron banget sih*. Well, gak persis seperti itu sih, tapi
ya begitulah sinetron ga pernah persis sama dengan apa yang terjadi
dalam kehidupan nyata ^^.
Pagi pagi si Bebby dah membangunkanku dari mimpi indahku *halah* dan
begitu aku membuka mataku, aku sempat bingung, aku bertanya-tanya.
“Hah? Dimana nih? Di surga ya?”
Si Bebby sempat heran, “kenapa beb?” (btw, gw ma dia sama2 memanggil
diri dengan sebutan bebby dan bebi so pengucapannya agak sedikit sama)
“Iyah.. kok ada bidadari yang bangunin daku??”,
Si bebby hanya tersenyum-senyum aja ..
“ada apa beb, tumben kok bangunin pagi pagi? biasanya jam 9 baru dibangunin” *oops*
“Bisa anterin ke Jatinegara gak?”
“Hah?? jatinegara?”, nyawa masih belum ngumpul 100%. Still Loading, please wait..
“Iyah mo beli bahan2 buat bikin kue”
“Ow”, Nyawa Still Loading…. Please Wait..
“Gak usah mandi deh, gitu aja takut kesiangan”,
“Gak mesti mandi? Oh OK deh kalo gitu! yuk cabut”, yang lalu dapet sambitan bantal guling dari si Bebby

Sempat menenggak seteguk dua teguk sampe habis satu cangkir teh
manis anget (kalo dihitung2 sih sekitar 17 tegukan deh). Cuci muka
bentar sambil berpikir, ah mo ke pasar jatinegara ini gak mandi juga
gpp lah. Paling juga baunya membaur ama bau2 pasar … *demikian pikiran
praktis yang terlintas di benak gw*. So… off we go then.. D

Nyampe sana dah rame aja *ya iyaaa laaah namanya juga pasar*.
Setelah dapet semua harta karun yang diinginkan pulang deh. Si Bebby
pulang ke arah kota karena mo bikin kue nya disana ama adik2nya
sementara gw balik ke rumah. Lagi dapet pesanan kue nastar 50 toples so
it’s gonna be a busy day for them..

Nyampe
rumah istrahat bentar sambil ngeliatin si kecil maen dengan dunianya
sendiri. Mobil2an yang cukup besar di balik ama dia dan dijadikan
perahu,trus mainan2 lain yang kecil2 seperti maen2an binatang2 di
naekin sebagai penumpang perahu. Aku mengamati dia beberapa saat untuk
mencoba tune-in ke imajinasi dia. Beberapa pertanyaan aku lontarkan
buat nyari tau dia lagi ada di dunia imajinasi yang mana nih. Setelah
tau ada di dunia mana, akhirnya aku ikutan maen ma dia. Lumayan seru
juga maen ama si kecil. Cukup nyambung untuk diajak berimaginasi )

Berkat imajinasinya dia, sekarang tangan gw suka dipanggil
“kepiting” ma dia. Dan tangan si Bebby dapet sebutan “cumi2″. Biasanya
dia pengen maen ama kepiting, ya udah tangan gw gw gerakin niruin
jalannya kepiting trus masuk sembunyi ke bawah tumpukan bantal. Trus
kepitingnya keluar tiba2 dan menjepit perutnya, dia ketawa ngakak.
Kadang2 dia pengen tidur sambil pelukin cumi2 dan kepiting, dua
‘imaginary friends’ nya dia. Kadang2 imaginary friendsnya diajak
ngobrol, ya gw atau si Bebby yang nyahutin :).

Abis baca2 di internet soal Imaginary Friends, dan katanya sih
imaginary friends umumnya gak keliatan. Jadi si anak ngomong sendiri
ama temen yang gak keliatan. So masih mending lah si kepiting dan cumi2
ini, at least mereka masih keliatan dan obrolannya masih bisa dikontrol
(soalnya gw sendiri ama si Bebby yang njawabin). Kata sumber di
internet itu juga imaginary friends bukanlah hal yang perlu di
khawatirkan. So I’m not going to worry about that at the moment. It is
nothing to worry about.

Gw sendiri sih waktu kecil dulu gak pernah inget kalo pernah punya
imaginary friends. Atau mungkin memang imaginary friends bakal dilupain
seiring dengan bertambah besarnya si anak? Sumber di internet itu
bilangnya sih kalo si anak makin gede, makin sedikit pula si anak
berinteraksi dengan si imaginary friendsnya. Dan lama kelamaan bakal
hilang dengan sendirinya. Unless si imaginary friendsnya itu gak
bener-bener imaginary alias something like Casper. Wah kalo itu sih
lain lagi ceritanya ^^

MotoGP Fans

Pas lagi nonton acara MotoGP, ngeliatin sang juara dapet piala, si kecil langsung nyelutuk.
“Pa, nanti nadzim mau belajar motor ah biar dapet piala”
Walah gawat juga nih kalo si kecil pengen jadi pembalap…

MotoGP Fans

Posting tujuh keliling…

"Huaaaaahemmm…"
dia menguap sembari menyebarkan wangi yang membuat orang2
disekelilingnya merasa seperti berada di dekat toilet umum.

Dia melihat kiri dan kanan, semua anggota team lagi pada asik di depan
laptop masing-masing. Padahal sekarang jam di studio sudah menunjukkan
16 menit lewat pukul satu dini hari. Total ada 6 orang makhluk malam
yang menghuni tempat bernama kontrakan ini. seperti nocturnal. Hmmm.
nocturnal. nampaknya bukan nama yang buruk untuk dijadikan sebagai
judul team. Enam orang programmer yang cukup asik-asik dan cukup kocak.
Tak jarang ketika sedang asik-asiknya coding, muncul celutukan yang gak
jelas dari makhluk-makhluk itu. Mungkin karena lagi asik berpikir
dengan ide yang beterbangan di dalam benak mereka sehingga sebuah kata
biasa dapat men-trigger ide-ide yang gak jelas.


So far so sip.

Ketika di tanya gimana progress codingnya, seorang nocturnist menjawab "So far so sip".

Sip pake telor:
Bagian dari sebuah kalimat pantun (or apalah namanya), yang tercelutuk
ketika berhasil membuat programnya jalan akhirnya tanpa bugs, "Sip…..
pake telor, kurang sip buka kolor" … *halah*

Sunat dimana?

Kadang-kadang
sembari koding, channel TV pilihan jatuh kepada channel music entah itu
MTV, Channel V ataupun MNC. Soalnya kalo channel music ga perlu
ngikutin jalan cerita seperti halnya nonton film. Jadi cukup dengerin
doang sambil sesekali ngeliatin video klipnya. Suatu ketika sedang
diputar klip video, salah seorang makhluk berkomentar, "Wah cakep
banget, bapaknya sunat dimana ya? Gw pengen bawa anak gw juga sunat
disana ah biar punya cucu cakep".

"Mikirin Konsep"

Suatu ketika salah seorang nocturnist (makhluk nocturnal) kedapatan
sedang tidur-tiduran ditengah gencarnya deadline menerjang. Nocturnist
yang lain iseng2 godain. "Ah si X tidur mulu nih. ". Dia dengan
santainya bilang, "bukan tidur kok tapi lagi mikirin konsep". Sejak itu
jadilah sebuah entry baru dalam kamus besar bahasa nocturnal. "Ngonsep"
= cara halus untuk mengatakan "tidur".

What an interesting team…

Being Nothing

I am nothing…well at least I always tried to be nothing.
———————————————————————–

Pagi ini dia bangun pagi-pagi  dan hendak menghadap sang Baginda Raja
dari segala Raja. Dia memakai pakaian terbaiknya yang bisa dia pakai
dan berjalan memasuki istana sang raja. Dia sempat bimbang. Akankah
sang Baginda menerimanya dengan keadaan dia sekarang ini. Dimana dengan
badan penuh debu dan kotoran, akankah sang Baginda mengijinkannya untuk
bertemu?. Tapi dia yakin bahwa sang Baginda raja ini adalah Raja yang
pemaaf, Raja yang bijak, dan Raja yang ‘down to earth’. So dengan
pedenya dia mulai melangkah pasti menuju puncak *halah kayak pentas AFI
aja*

Setelah sampai di aula istana, dia mulai menyampaikan salam menyeru
sang Baginda Raja, menyatakan betapa Agungnya dikau wahai Sang Baginda.
Dia lalu melantunkan puisi dan menyanyikan lagu ciptaan Sang Baginda
Raja. Wahai Sang Raja, aku datang menghadapmu, hormatku padamu wahai
sang Raja. Dia lalu bersujud dan bersimpuh sambil menyatakan
permintaannya. Dia menceritakan masalah yang sedang dia hadapi pada
saat itu.

Dia merasa lemah tak berdaya dihadapan sang Baginda. Dia hanyalah
seorang budak, seorang rakyat jelata yang tak bisa apa apa. Di hadapan
sang Baginda Raja, dia tak berani untuk mengangkat kepalanya. Kepalanya
selalu tertunduk tak mampu untuk menghadapi Sang Baginda yang Agung.

Wahai Baginda Raja dari segala Raja, King of Kings. Aku rakyatmu yang
jelata ini menghadapmu untuk menyampaikan permohonanmu. Aku menyadari
bahwa aku hanyalah seorang rakyat biasa yang tak bisa apa-apa. Engkau
adalah Raja dan semua yang ada dalam kekuasaanmu menuruti perintahmu.
Aku punya satu permasalahan yang pelik yang sedang aku hadapi sekarang
ini. Tolonglah aku wahai Sang Raja. Tunjukkanlah padaku bagaimana cara
menyelesaikannya. Aku tidak tahu jalan apa yang harus kuambil. Berilah
inspirasi dalam hatiku tentang penyelesaian masalah ini. Tolonglah aku
wahai Raja ku.. O my King, I am your humble servant. Please help me.

Setelah menyampaikan uneg-unegnya dia kembali ke rumahnya untuk
berkumpul kembali dengan keluarganya. Dalam hatinya masih ada rasa
bahagia karena telah diperbolehkan untuk menghadap Sang Baginda.
Dengan suasana hati yang demikian, dia mulai bekerja. Tanpa dia sadari
masalah yang kemaren menghantui dirinya secara perlahan mulai menemukan
titik terang. Dia lalu mengikuti cahaya itu dan akhirnya menemukan
jalan keluarnya. Saat itu dia bisa merasakan keseluruhan relung hatinya
bergema dengan ucapan terima kasih kepada Sang Baginda Raja.

Dia berujar, adalah mudah bagiku untuk mencintaimu karena engkau adalah
Raja dari segala Raja. Tapi betapa agungnya dirimu yang berkeinginan
untuk mencintaiku sementara aku hanyalah rakyatmu yang jelata.

————-
When you are nothing, you have nothing to lose…

Kuningitis

"Kalo kulit kuning penyakitnya namanya hepatitis ya?"
"Iyah"

"Kalo kulitnya kuning langsat? namanya apa tuh? "
"Hepatitis Langsatus"

"Nah kalo giginya kuning apa pula tuh namanya?"
"Jarangus Gosokgigis"

Penelepon yang aneh

Penelepon: Halo…. bisa bicara dengan Mister X?

Blogdino: Dari siapa dimana bu? (udah kayak quiz di tipi ajah)

Penelepon: Dari temennya..

Blogdino: Bentar saya tanya dulu mister x nya.

Blogdino lalu manggil  si mister x yang kebetulan lagi duduk di meja seberang.

Woi mister x, ada telpon nih… Loe ada apa keluar nih?

Mister X: Gw lagi ga ada..

Blogdino: OK..

Blogdino: Hallo?.. tadi aku udah tanyain, kebetulan dia lagi duduk
di meja seberang.. tapi kata si mister X sih dia lagi ga ada ditempat.

Penelepon: *berpikir sejenak* Oh ok..Makasih ya

Blogdino: Sama-sama… *sambil garuk2 kepala yang dah malu2 buat ditumbuhin rambut*

Penelepon: ….hang-up….

Blogdino: Penelepon yang aneh…

Blogdino: …..hang-up….

Loading … please wait

I
think emang betul kata pepatah, makin besar atau makin tinggi sebuah
pohon makin kencang pula angin yang bertiup. Tidak hanya semakin
kencang tapi juga jenis angin yang bertiup pun semakin beragam. Angin
yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan akan bertiup pun menerpa.
Seiring dengan kesuksesan seseorang, tantangan yang timbul pun semakin
banyak. Tantangan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan akan
dihadapi akhirnya muncul juga. Dan nampaknya emang ada beberapa yang
hanya muncul setelah seseorang mencapai suatu titik dalam hidupnya.

Hidup hampir dapat diibaratkan dengan maen game computer. Pada level
level awal, si pemain dibekali dengan basic weapon dan cash untuk
membangun kota ataupun membangun pasukan. Sesekali akan datang serangan
dari lawan. Lambat laun semakin maju kota yang kita bangun, musuh yang
datang pun semakin beragam dan semakin banyak. Seiring dengan
meningkatnya level permainan, semakin meningkat pula lawan yang
dihadapi. Tapi justru itu yang membuat game itu semakin menarik bukan?
Si pemain akan merasa semakin tertantang untuk mengalahkan musuh yang
semangkin kuat. Dan akan ada suatu perasaan senang tersendiri apabila
kita berhasil mengalahkan si top monster dan menyelesaikan level
tersebut.

Begitu pula halnya dengan kehidupan. Hanya saja jikalau di permainan
game ada yang namanya Save dan Load dimana si pemain bisa menyimpan
kondisi permainan dia saat itu dan apabila dia dikalahkan maka dia bisa
me-Load level tersebut dan memulai dimana dia terakhir menyimpan game
nya. Di kehidupan nyata ada gak ya hal seperti itu? In life, segala
sesuatunya berjalan linear, on going, you cannot go back in time and
restart the level. time in real time cannot go back.

Akan tetapi bukan berarti si pemain dalam game of life tidak dapat
kembali dan memperbaiki kesalahan yang telah diperbuatnya di masa lalu.
I think, in life ada juga yang namanya Save dan Load. Seseorang bisa
men-Save Game Kehidupan dia untuk kemudian di Load di masa yang akan
datang apabila dia melakukan kesalahan.

Emang bisa?

I think so. I think it is possible possible only (mungkin mungkin saja-halah)

How? please explain it to me.

Jadi begini.. dalam setiap langkah kehidupanmu, kamu bisa melakukan
Save. Maksudnya kamu menyimpan kondisi emosional kamu pada saat itu.
dan ketika dimasa yang akan datang ketika sesuatunya tidak sesuai
dengan yang kamu harapkan, kamu bisa mengulang kembali dan mulai dari
kondisi kamu saat itu.

Okelah.. tapi gimana halnya kalo misalnya pada saat banjir seperti
sekarang ini dimana banyak rumah yang terkena banjir dan banyak barang
barang yang hilang atau larut ditelan lumpur. Bagaimana mungkin
melakukan Loading kondisi sebelum banjir itu ada?

Bisa aja. Tapi bukan seperti kita masuk ke dalam mesin waktu dan
memencet tombol untuk kembali ke tanggal yang kita inginkan. Save dan
Loadnya bukan dalam hal seperti itu.

Lalu seperti apa dong? ya sama aja boong dong kalo ga bisa dibalikin juga..

Entar dulu dong.. jangan terburu buru. Maksudku gini, save dan loadnya itu bukan dalam hal fisik tapi lebih ke hal spiritual.

Nah apa pula tuh?

Maksudnya menyimpan kondisi jiwa kamu dan me-loadnya kemudian. Untuk
hal seperti banjir yang terjadi barusan misalnya, kamu bisa me-load
kondisi mental kamu sebelum terjadi banjir dan mungkin bisa mencegah
stress ataupun depresi yang muncul karena adanya banjir ini. Mungkin
barang-barang tidak dapat diselamatkan akan tetapi feeling, perasaan
dan mungkin kewarasan kamu masih bisa terselamatkan.

Hmmm… kamu sih gampang aja ngomong gitu karena ga ikut ngerasain
gimana rasanya kalo rumah kamu terkena banjir. Menurutku itu hanyalah
sebatas teori kalau kamu belum menerapkan itu dalam kehidupan nyata. It
is easy to say.

Iya sih mungkin contoh yang aku berikan terlalu extreme. Tapi dalam
keseharian, bisa saja kita dihadapkan dalam masalah2 yang serupa.
Misalnya pas di omelin client atau di omelin bos, atau di teriakin
orang di jalan. Pada saat itu terjadi dan kita mulai terbawa emosi
misalnya kita bisa saja melakukan Loading kembali emosi kita sebelum
terjadi peristiwa itu.

hmmm….

Atau contoh yang lainnya misalnya kamu bersahabat dengan seseorang.
Atau kalau dalam kondisiku sekarang ini, istriku melakukan suatu
kesalahan. Aku bisa saja melakukan Loading keadaan hatiku sebelum dia
melakukan kesalahan itu dan bisa mencegahku dari marah karena setiap
kali istriku melakukan sesuatu yang baik, aku meng-Save- itu dan
melanjutkan kehidupanku. Ketika suatu saat terjadi kesalahan, aku bisa
me-Load kembali kondisi hatiku seperti pada saat dia melakukan hal yang
aku senangin tadi. Dan dengan demikian menganggap bahwa semua itu tidak
pernah terjadi. Aku tidak perlu mengingat2 hal hal buruk yang dia
lakukan. Cukup hal hal yang baik saja. dan ketika terjadi sesuatu hal
yang buruk, tinggal aku Load aja deh.

Kalo dalam hal seperti itu sih ya okelah. aku juga sependapat.

Sip deh kalo gitu, eh, aku balik dulu yah.. see you later.

Pacar pertama

Pacar pertamaAma anak-anak di kontrakan lagi pada ngomongin pacar.

A: Kok kamu suka ama artis itu sih?

B: oh iya soalnya dia mirip ama pacar pertama aku sih..

A: Pacar pertama yang mana nih?

B: ya yang pertama lah.. emang yang mana lagi?

A: Kali aja pacaran enam kali tapi semuanya pacar pertama .. hehe

Just passing by..

Phew…
lama juga gak nulis2 disini. Selain karena kesibukan (ceile sibuk euy)
juga karena dah beberapa minggu belakangan ini lagi pisah ranjang
dengan yang namanya internet. Ya gak pisah ranjang banget sih soalnya
kadang2 masih konek juga ke internet buat download file2 yang
dibutuhkan buat kerjaan (teteup kerja).

Dulu mungkin aku mikirnya hmm.. gimana ya rasanya hidup tanpa
internet. rasanya gak mungkin banget (Ya iya lah!! secara (secara??)
aku ini si gembala sapi, eh, aku ini seorang web programmer.. how can i
live without the web? Sama aja dengan nyuruh tukang kayu buat hidup
tanpa kayu (?)). Tapi udah sebulanan lebih hidup jauh dari internet,
and life does go on.

Yah begitulah terkadang beberapa hal yang kita takutkan cuma ada
dalam pikiran kita aja. Atau pikiran kita membuat beberapa hal lebih
dari yang sebenernya. Kalo kata seorang bijak (ya intinya aja, soalnya
kata2 aslinya lupa), gak usahlah terlalu mikirin yang terjadi karena
itu udah lewat dan gak bisa dirubah (dirubah apa diubah ya? Pak JS
Badudu, mana yang bener nih?), dan jangan terlalu mikirin apa yang
belum terjadi karena itu belum tentu terjadi. Yah kurang dan lebihnya
seperti itu

ah, mesti balik kerja lagi.. brb..

Belahan Jiwa Apa Kabarmu?

SMS
Inbox dah full. Tapi sebelum ngapus message yang ada, pengen di copy
dulu kesini biar ga ilang ditelan pikun atau hilang di telan raksasa
(emangnya gerhana bulan??)

14.12.2006 20:37 Bebbinda: Be…Bi…
(Salah satu cara dia menyampaikan rasa kangen. Aku reply, “Belahan jiwa apa kabarmu?”)

14.12.2006 21:04 Bebbinda: Aku baik2 saja sayangku, kpn blk cinta?
(replied: Ini baru mo pulang. Mau dibawain apa nih?)

14.12.2006 21:10 Bebbinda: Martabak iwan keju boleh?
(martabak keju kesukaan dia. Tempatnya dekat esturame. Tapi aku juga
lupa lupa ingat dimana posisi persisnya. Aku cuma bilang, Ya udah nanti
pas pulang, anterin ian kesana yah soalnya ian ga tau tempatnya)

14.12.2006 21:13 Bebbinda: Makasih suamiku
(akhirnya jadi juga beli martabak keju satu dan martabak coklat satu
soalnya ga gitu suka keju (biasa makan singkong sih *halah))

15.12.2006 20:16 Bebbinda : Kt br sampe nih, bebi kpn plg cinta?
(si Bebby baru nyampe parung. Mereka berangkat bertiga bareng nadzim
dan nita. Si nadzim senang banget naek kereta. Kereta Express nya penuh
banget karena berhenti di depok. Jadi penumpang2 tujuan depok pada naek
kereta itu. Untung aja ada bapak yang baik hati membagi tempat duduk
dengan si kecil nadzim dan membacain buku cerita berisi gambar gambar
hewan kepada si kecil. Si kecil trus nanya2 ke si bapak itu. Untung si
bapak itu orangnya sabar.

pas nerima sms ini aku lagi “terperangkap” dalam ‘jebakan betmen’
(baca: kemacetan) di pasar parung. Udah jam 8 malem tapi masih aja
macet tuh pasar. Gile bener. Tau gitu lewat jalan tikus yang biasa
dilewatin. Lebih lancar walaupun lebih jauh dan lebih banyak polisi2
yang lagi tidur. maklum jalan kampung. Saking macetnya, bisa sempat
nulis sms sambil naek motor. Untung jempol kiri dah hapal letak
keyboard jadi bisa nulis sms dengan lancar. Jempol kiri menulis, “OK
deh bebi. Ianmu balik ya”. Pengen ngasih surprise ke dia. Dah kebayang
aja tampangnya yang cemberut pas baca sms itu karena dia pasti
berpikir, “waduh berarti sekitar 1,5 sampe 2 jam lagi dong baru nyampe
rumah”.

Bener aja, 20 menit setelah nulis sms itu, aku dah nyampe rumah dia senang banget dengan senyum lebar di wajahnya.)

19.12.2006 20:48 Bebbinda : Apakabar belahan jiwa
(Salah satu cara dia berkata, “I missed you”, versi lain dari lagu KLA
Project, Belahan Jiwa Apa kabarmu? yang kadang-kadang aku kirimkan ke
dia kalo aku pengen bilang, “I missed you”)

19.12.2006 22:01 Bebbinda: Okeh cinta, hati2 di jalan muaaah cup2 wow..wow..
(reply dia pas aku bilang udah mau balik dari kantor. Aku bacanya pas
lagi di lampu merah dan bikin senyum senyum sendiri. Diliatin ama
pengendara motor di kiri kanan, ah cuek azah. Diklaksonin ama
pengendara di belakangku, ah cuek aja, gangguin aja orang lagi baca
sms. Selidik punya selidik ternyata lampu merah sudah berganti hijau.
Oops.. sorry.. sambil nyengir :D. Nyengir malah di balas klakson dan di
sorot pake lampu tinggi. Oh well.. Off I go then…)

20.12.2006 17:10 Bebbinda : Beb udah beli bagus deh makasih yah muaah i love u
(Pas dia abis beli telpon rumah buat gantiin telpon rumah di Parung
yang lagi rusak. Modelnya kayak telpon jadul yang dial-pad nya
melingkar dan begitu pula tatakan dan gagangnya jadul banget. Keliatan
antik katanya.)

20.12.2006 21:36 Bebbinda : Ada apa cinta?
(Aku abis nelpon dia tapi gak diangkat. Mungkin dia lagi jauh dari
telpon. Pas dia dah angkat telp, dia mengirimkan sms itu. Aku nelpon
pengen bilang kalo aku dah mo balik kantor)

20.12.2006 21:38 Bebbinda : Okeh ditg di peraduan muaah
(”Hehehe…” cuma itu yang bisa aku reply ke dia. Ketawa2 sendiri baca sms dia yang ga henti2nya ngasih kejutan)

Hmmm.. mudah2an blog ini ga bernasib seperti modblog yang hilang
entah kemana. Messages Deleted. Inbox agak lega lagi. Siap menerima
SMS2 berikutnya D

« Newer Posts - Older Posts »